Makna dan filosofi Nasi Tumpeng

  • 2 min read
  • Dec 12, 2019
Makna dan filosofi Nasi Tumpeng

acara atau perayaan sekarang identik dengan kehadiran nasi tumpeng. Tahukah teman teman? Bahwa kini nasi tumpeng beralih fungsi menjadi simbolis pada suatu acara perayaan, seperti adat, keagamaan, ulang tahun, sampai menyambut pergantian musim, kehadiran tumpeng pasti ada di setiap acara tersebut.

Padahal biasanya nasi tumpeng ini dibuat untuk memuliakan gunung sebagai tempat peristirahatan para arwah nenek moyang kita. Karena itu tumpeng semakin erat kaitannya dengan keadaan alam di Indonesia ini yang banyak sekali gunung Merapi. Meskipun begitu dahulu hingga sekarang keberadaan nasi tumpeng tetap sama, yaitu sebagai rasa terima kasih kepada Tuhan yang maha kuasa.

Kata tumpeng memiliki arti yaitu “yen metu kudu mempeng” yang memiliki arti “ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat”. Mungkin di sini yang dimaksud adalah manusia pada saat lahir harus menjalani kehidupan dijalan Tuhan dengan semangat, fokus, yakin, tidak mudah putus asa. Dan juga dalam proses itu semua , percayalah kepada  Tuhan ada bersama kita.

Nasi tumpeng ini juga memiliki bentuk kerucut yang mengartikan konsep ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan sangat tinggi, dan berada di atas atau di puncak. Dengan itu bentuk yang tinggi menyimbolkan harapan agar kehidupan manusia semakin sejahtera.

Nasi tumpeng beserta lauk pauknya juga memiliki arti makna dan filosofi terntentu. Berikut makna dari setiap lauk pauk yang ada di hidangan nasi tumpeng. Sebagai  berikut. Dan teman teman juga bisa pesan tumpeng di sini : pesan tumpeng.

  • Nasi putih

Nasi tumpeng biasanya berbahan dasar nasi putih. Walaupun sekarang ini nasi tumpeng memiliki variasi tertentu , mulai dari nasi kuning hingga nasi uduk. Nasi putih yang memiliki bentuk kerucut adalah melambangkan apa yang kita makan itu berasal dari sumber yang halal dan bersih.

  • Ayam

Ayam juga menjadi pelengkap dari nasi tumpeng dan ayam yang sering digunakan adalah ayam jago atau yang jantan. Mengapa di sini dalam pemilihan ayam sering menggunakan ayam jago atau jantan karena menghindari dari sifat-sifat buruk ayam tersebut. Contohnya sombong, selalu menyela pada saat orang lain berbicara dan selalu merasa benar sendiri.

  • Ikan lele

Selain ayam, ikan lele juga bisa menjadi pelengkap nasi tumpeng. Tetapi pada kenyataan orang-orang sekarang lebih banyak memilih ikan yang lain dibandingkan ikan lele sebagai lauk nasi tumpeng, hal itu karena bentuk ikan lele yang kurang menarik. Di sini ikan lele bisa disimbolkan ketabahan dan keuletan dalam hidup seseorang. Karena lele bisa hidup di dasar sungai dan mampu bertahan hidup di air yang tidak mengalir.

  • Telor

Selain lele dan ayam, telor juga bisa menjadi pelengkap nasi tumpeng saat ini. Telur juga memiliki simbol manusia yang harus diciptakan dengan fitrah yang sama. Telur yang digunakan untuk nasi tumpeng adalah telur rebus yang disajikan dengan kulitnya sehingga pada saat memakannya harus mengupas terlebih dahulu. Hal ini melambangkan bahwa setiap apa yang kita lakukan harus dipikirkan terlebih dahulu, dan dikerjakan sesuai rencana lalu dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

  • Cabe merah

Cabe merah di sini adalah hiasan cabe yang berbentuk seperti kelopak bunga yang biasanya ditaruh di atas nasi tumpeng. Cabe merah menyimbolkan memberikan penerangan yang bermanfaat bagi orang sekitar.

Itulah informasi tentang Makna dan filosofi nasi tumpeng, semoga bermanfaat buat teman teman semuanya.